Kehidupan kuliah memang beragam kisahnya
Dan setiap mahasiswanya memiliki kisahnya masing-masing
Aku.. Aku pun demikian
Aku memiliki kisah yang meskipun tidak terlalu bagus tapi bisa dikenang setiap waktu
Siapa bilang mahasiswa pasif tidak punya kisah?
Tentu pasti punya
Aku adalah mahasiswa paling pasif yang pernah ada
Tapi kepasifanku ini lantaran mentalku yang buruk
Aku yang selalu hidup seperti bayangan setiap harinya
Mereka mungkin menganggapku orang jahat
Tapi aku sendiri belum bisa memahami diriku
Aku sendiri masih bingung akan jadi apa diriku nanti
Aku kuliah di bidang yang sama sekali tak ku harapkan
Andai saja aku bisa memutar waktu
Aku ingin merubah jurusan ini
Tapi mungkin aku tidak bisa kuliah jika aku tidak memilih ini
Yang bisa ku lakukan hanya BERTAHAN
Bertahan selama 4 tahun di Kampus ini
Semakin lama aku semakin membenci kampus in
Kurikulum yang dipakai selalu berubah
Materi semakin susah dan merepotkan
Tidak hanya itu, ruangannya pun menyiksa
Terlalu dingin seperti terdampar di Kutub
Dan yang terlihat, kuliah tak seindah yang difikirkan...
Ketika Pendiam Bicara
Bukannya aku tak bisa bicara melainkan kepada siapa aku bisa bicara. Tulisan mengungkap semua perkataan yang ku ucapkan. Bukan apa-apa hanya sekedar tulisan tak berarti
Senin, 21 September 2015
Selasa, 03 Maret 2015
Semoga Ada Jalan Untuk Kita
Aku tak pernah menyangka semua ini
Ternyata kau membaca tulisanku
Membaca perasaanku
Kau sadar bahwa itu untuk dirimu
Aku menyayangimu lebih dari yang kau bayangkan
Kau tahu itu
Dan kau tunjukkan setiap yang ku tulis di hari esok
Dengan sikap yang tak pernah ku duga-duga
Ketika rasaku mulai menghilang
Kau marah padaku
Ketika ku tunjukkan bahwa ku kehilanganmu
Kau tersenyum padaku
Kau tunjukkan semua itu di hadapanku
Tapi yang paling ku ingat
Saat aku tak melihatmu
Kau gunakan berbagai cara agar aku melihatmu
Itu bagian termanis yang pernah kau lakukan
Aku sayang sama kamu
Tapi tetap tak bisa mengungkapkannya di depanmu
Andai kau lebih dulu mengungkapkannya
Tapi apa perasaanmu sebesar perasaanku
Jika Tuhan menggariskan kita
Aku harap ada jalan untuk kita
Jalan yang membawa kita ke jenjang yang lebih baik
Amin
Ternyata kau membaca tulisanku
Membaca perasaanku
Kau sadar bahwa itu untuk dirimu
Aku menyayangimu lebih dari yang kau bayangkan
Kau tahu itu
Dan kau tunjukkan setiap yang ku tulis di hari esok
Dengan sikap yang tak pernah ku duga-duga
Ketika rasaku mulai menghilang
Kau marah padaku
Ketika ku tunjukkan bahwa ku kehilanganmu
Kau tersenyum padaku
Kau tunjukkan semua itu di hadapanku
Tapi yang paling ku ingat
Saat aku tak melihatmu
Kau gunakan berbagai cara agar aku melihatmu
Itu bagian termanis yang pernah kau lakukan
Aku sayang sama kamu
Tapi tetap tak bisa mengungkapkannya di depanmu
Andai kau lebih dulu mengungkapkannya
Tapi apa perasaanmu sebesar perasaanku
Jika Tuhan menggariskan kita
Aku harap ada jalan untuk kita
Jalan yang membawa kita ke jenjang yang lebih baik
Amin
Senin, 19 Januari 2015
Semoga Impian Pilihan Tuhan Terwujud
Sewaktu aku duduk di bangku SMP, aku ingin sekali menjadi Idol
Yang selalu bernyanyi di depan orang-orang dengan sepenuh hati
Yang selalu menari dengan bersemangat
Yang selalu menyatu dengan peran dalam sebuah film atau sinema
Aku selalu ingin seperti itu
Menjadi orang yang selalu meluapkan karya untuk mereka yang menyaksikan
Tapi semakin lama semangat itu memudar
Ketika ku tahu aku takkan jadi seperti itu
Aku masih banyak kekurangan
Dan tak punya waktu untuk menggapai impian yang seperti itu
Ada yang bilang jika kau mau berusaha impian akan terwujud
Tapi bagaimana dengan orang sepertiku?
Orang kecil yang punya harapan lebih
Orang yang bahkan terlalu polos untuk menghadapi dunia seperti itu
Memasuki masa Kuliah, aku masih memikirkan apa cita-citaku
Memikirkan apa keinginanku di masa mendatang
Memikirkan apa yang terbaik untukku dan orang terdekatku
Dunia ini semu...
Aku tahu dunia ini semu...
Dari segenap keinginanku di dunia
Hanya itulah keinginan yang sangat ingin ku capai.
Tapi ku takkan tahu apa Impian yang dipilihkan Tuhan untukku
Ku serahkan segalanya pada-Nya
Apapun impiannya, aku harap Tuhan bisa membawaku kesana.
Amin
Yang selalu bernyanyi di depan orang-orang dengan sepenuh hati
Yang selalu menari dengan bersemangat
Yang selalu menyatu dengan peran dalam sebuah film atau sinema
Aku selalu ingin seperti itu
Menjadi orang yang selalu meluapkan karya untuk mereka yang menyaksikan
Tapi semakin lama semangat itu memudar
Ketika ku tahu aku takkan jadi seperti itu
Aku masih banyak kekurangan
Dan tak punya waktu untuk menggapai impian yang seperti itu
Ada yang bilang jika kau mau berusaha impian akan terwujud
Tapi bagaimana dengan orang sepertiku?
Orang kecil yang punya harapan lebih
Orang yang bahkan terlalu polos untuk menghadapi dunia seperti itu
Memasuki masa Kuliah, aku masih memikirkan apa cita-citaku
Memikirkan apa keinginanku di masa mendatang
Memikirkan apa yang terbaik untukku dan orang terdekatku
Dunia ini semu...
Aku tahu dunia ini semu...
Dari segenap keinginanku di dunia
Hanya itulah keinginan yang sangat ingin ku capai.
Tapi ku takkan tahu apa Impian yang dipilihkan Tuhan untukku
Ku serahkan segalanya pada-Nya
Apapun impiannya, aku harap Tuhan bisa membawaku kesana.
Amin
Senin, 22 Desember 2014
Semoga Kata Hatiku Tak Salah
Aku tahu sejak awal
Memang seharusnya ku sadari itu
Walaupun tak sungguh-sungguh terbukti
Tapi aku merasakannya
Sebelum aku ada di Kampus ini
Saat aku masih di masa Putih Abu-Abu
Aku menyukai seorang lelaki saat kelas 2 hingga 3
Dia memang bukan yang pertama
Bahkan dia tidak setampan orang-orang yang pernah ku cintai
(Maaf ya)
Berawal dari ejekan teman-teman
Hingga suatu hari dia meminjam buku ke rumahku
Dia satu-satunya lelaki yang pernah ke rumahku
Aku mulai menyukainya perlahan
Hingga ternyata ia sebelumnya menyukai teman sekelasku
Aku cemburu sekali pastinya
Saat ia tahu aku cemburu, ia malah permainkan itu
Dia yang paling buatku tersenyum tapi juga paling buatku menangis
Tapi kenapa, hingga 4 bulan ini, aku masih teringat
Meskipun aku menemukan penggantinya di hatiku
Sampai setelah ini berakhir pun aku tetap teringat dia
Aku berusaha melupakan dia sampai aku melupakannya dengan sendirinya
Dia tetap bersinggah di sudut fikiranku
Bahkan hingga kini pun aku serasa masih bersamanya
Tanpa memikirkan perih yang dia lakukan padaku
Aku berharap tak sekedar mengingat tapi melihat
Dan aku pun mulai merasa, dia adalah takdirku
Seiring berjalannya waktu, tak sedikitpun aku lupa baik dirinya maupun tentangnya
Ya Allah, jika benar memang dia jodohku
Pertemukan aku dengannya suatu hari nanti di saat yang tak akan kita duga sebelumnya
Dan hubungkan kami dengan jalan-Mu dan kisah yang akan Engkau gulirkan pada kami
Semoga kata hatiku ini tak salah
Amin
Memang seharusnya ku sadari itu
Walaupun tak sungguh-sungguh terbukti
Tapi aku merasakannya
Sebelum aku ada di Kampus ini
Saat aku masih di masa Putih Abu-Abu
Aku menyukai seorang lelaki saat kelas 2 hingga 3
Dia memang bukan yang pertama
Bahkan dia tidak setampan orang-orang yang pernah ku cintai
(Maaf ya)
Berawal dari ejekan teman-teman
Hingga suatu hari dia meminjam buku ke rumahku
Dia satu-satunya lelaki yang pernah ke rumahku
Aku mulai menyukainya perlahan
Hingga ternyata ia sebelumnya menyukai teman sekelasku
Aku cemburu sekali pastinya
Saat ia tahu aku cemburu, ia malah permainkan itu
Dia yang paling buatku tersenyum tapi juga paling buatku menangis
Tapi kenapa, hingga 4 bulan ini, aku masih teringat
Meskipun aku menemukan penggantinya di hatiku
Sampai setelah ini berakhir pun aku tetap teringat dia
Aku berusaha melupakan dia sampai aku melupakannya dengan sendirinya
Dia tetap bersinggah di sudut fikiranku
Bahkan hingga kini pun aku serasa masih bersamanya
Tanpa memikirkan perih yang dia lakukan padaku
Aku berharap tak sekedar mengingat tapi melihat
Dan aku pun mulai merasa, dia adalah takdirku
Seiring berjalannya waktu, tak sedikitpun aku lupa baik dirinya maupun tentangnya
Ya Allah, jika benar memang dia jodohku
Pertemukan aku dengannya suatu hari nanti di saat yang tak akan kita duga sebelumnya
Dan hubungkan kami dengan jalan-Mu dan kisah yang akan Engkau gulirkan pada kami
Semoga kata hatiku ini tak salah
Amin
Kamis, 18 Desember 2014
Semoga Aku Bisa Bebas Dari Jebakan Asmara Ini
Sakit itu pasti...
Remuk itu sangat...
Yang aku tak mengerti, mengapa tak berhenti ?
Kenapa aku tak bisa mencintai yang lain ?
Kenapa harus dia terus nama pertama yang aku ingat ?
Aku sudah membencinya dan dia juga membenciku
Seharusnya ini menjauhkanku darinya
Tapi aku malah tersiksa karna tidak ada dia.
Aku tak mungkin kembali untuk bisa berbaikan dengannya
Dia sudah dengan cintanya sendiri
Aku pun harus begitu
Tapi apa aku harus memaksa diriku untuk mencintai orang yang tidak ku cinta ?
Bukankah aku makin tersiksa ?
Aku benar-benar terjebak oleh rasaku sendiri
Memang seharusnya aku tak ada disini
Tak seharusnya aku mengenal orang seperti dia
Tak seharusnya aku terlalu dekat dengannya
Makanya aku begini
Ya Allah, bebaskan aku darinya.
Buang rasa ini dan hindari aku darinya
Jangan biarkan aku terjebak seperti ini
Hamba lemah, hanya Engkau yang bisa membebaskan hamba dari semua ini
Jangan biarkan aku melihatnya lagi
Amin
Remuk itu sangat...
Yang aku tak mengerti, mengapa tak berhenti ?
Kenapa aku tak bisa mencintai yang lain ?
Kenapa harus dia terus nama pertama yang aku ingat ?
Aku sudah membencinya dan dia juga membenciku
Seharusnya ini menjauhkanku darinya
Tapi aku malah tersiksa karna tidak ada dia.
Aku tak mungkin kembali untuk bisa berbaikan dengannya
Dia sudah dengan cintanya sendiri
Aku pun harus begitu
Tapi apa aku harus memaksa diriku untuk mencintai orang yang tidak ku cinta ?
Bukankah aku makin tersiksa ?
Aku benar-benar terjebak oleh rasaku sendiri
Memang seharusnya aku tak ada disini
Tak seharusnya aku mengenal orang seperti dia
Tak seharusnya aku terlalu dekat dengannya
Makanya aku begini
Ya Allah, bebaskan aku darinya.
Buang rasa ini dan hindari aku darinya
Jangan biarkan aku terjebak seperti ini
Hamba lemah, hanya Engkau yang bisa membebaskan hamba dari semua ini
Jangan biarkan aku melihatnya lagi
Amin
Senin, 15 Desember 2014
Semoga Aku Bisa Bertemu Teman-Teman SWAT
Rindu aku rasakan sangat dalam..
Karena kesibukan mungkin aku bisa mengalihkannya..
Tapi semakin difikir rindu itu semakin terasa..
Apalagi di saat seperti ini
Dimana aku kesepian di kota besar ini
Menjalani hidup di kost bersama Intan, Nanik dan Janur
Terkadang menyempatkan diri menemui Heny
Tapi bayanganku selalu teringat akan masa putih abu-abu
Dimana biasanya aku menghabiskan waktu bersama Heny, Septi dan Chrisma.
Terkadang pula bersama Sipur, Janur, Ratna, Tiwi, Nuci, dan lainnya di SWAT.
Masa-masa itu memang sudah berakhir
Tapi kenangannya masih membara seakan abadi
Kita semua terpisah jarak dan waktu
Bahkan kita terkadang tak sempat terfikir untuk menghabiskan waktu bersama
Tapi aku yakin kita akan bertemu dan akan menghabiskan satu hari hanya untuk mengenang itu semua
Reuni... Kapan kita reuni ?????
Itu yang dinantikan kita semua
Yang dari kota Yogya, Bandung, Jakarta, Malang, Solo, Semarang dan yang ada di istananya di Klaten
Akan berkumpul di satu tempat yang hanya kita yang tahu
Dimana tempat itu yang akan membekas di hati kita semua
Siap-siap mengucurkan banyak air mata
Siap-siap hati takkan ragu untuk mengucapkan "Aku rindu kalian."
Siap-siap raga takkan ragu untuk memeluk erat
Ya Allah, Ya Robbi, pertemukan kami dalam reuni yang kami dambakan
Pertemukan demi kenangan selama 2 tahun yang tak terlupakan
Amin
Karena kesibukan mungkin aku bisa mengalihkannya..
Tapi semakin difikir rindu itu semakin terasa..
Apalagi di saat seperti ini
Dimana aku kesepian di kota besar ini
Menjalani hidup di kost bersama Intan, Nanik dan Janur
Terkadang menyempatkan diri menemui Heny
Tapi bayanganku selalu teringat akan masa putih abu-abu
Dimana biasanya aku menghabiskan waktu bersama Heny, Septi dan Chrisma.
Terkadang pula bersama Sipur, Janur, Ratna, Tiwi, Nuci, dan lainnya di SWAT.
Masa-masa itu memang sudah berakhir
Tapi kenangannya masih membara seakan abadi
Kita semua terpisah jarak dan waktu
Bahkan kita terkadang tak sempat terfikir untuk menghabiskan waktu bersama
Tapi aku yakin kita akan bertemu dan akan menghabiskan satu hari hanya untuk mengenang itu semua
Reuni... Kapan kita reuni ?????
Itu yang dinantikan kita semua
Yang dari kota Yogya, Bandung, Jakarta, Malang, Solo, Semarang dan yang ada di istananya di Klaten
Akan berkumpul di satu tempat yang hanya kita yang tahu
Dimana tempat itu yang akan membekas di hati kita semua
Siap-siap mengucurkan banyak air mata
Siap-siap hati takkan ragu untuk mengucapkan "Aku rindu kalian."
Siap-siap raga takkan ragu untuk memeluk erat
Ya Allah, Ya Robbi, pertemukan kami dalam reuni yang kami dambakan
Pertemukan demi kenangan selama 2 tahun yang tak terlupakan
Amin
Sabtu, 13 Desember 2014
Semoga Aku Bisa Kuliah Di Fakultas Bahasa dan Seni
Aku telah mengambil langkah yang salah sejak awal
pada awalnya membahagiakan tapi kini duka ku rasakan
aku terjebak dalam sekumpulan standar kompetensi
yang sama sekali memberatkan fikiranku
aku mahasiswa Biologi tapi ini bukan keinginanku
setahuku aku terlahir sebagai anak yang bukan tercipta sebagai saintis
aku anak yang mencintai estetika
baik visual maupun audio
aku menyukai sesuatu yang bermakna dalam
aku menyukai sesuatu yang berasal dari hati dan fikiran
bukan sesuatu yang berdasarkan pengamatan di lapangan
aku menyukai sesuatu yang memiliki kata-kata yang menyentuh perasaan
bukan sesuatu yang memiliki perhitungan dan rumus yang membentuk sebuah jawaban
aku tak marah pada Tuhan yang menakdirkanku masuk ke sini
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dari sini aku belajar cara menentukan pilihan dalam hidup
tapi aku tak sanggup terus berlalu dengan segenap faktual-faktual yang ada
membuat harapanku hilang sedikit demi sedikit karena realita kehidupan
sempat terfikir aku ingin pindah ke fakultas sebelah
Fakultas Bahasa dan Seni
Dimana harapan bisa utuh kembali
Dimana mimpi bisa ku kejar kembali
Tapi apa aku mampu ?
Apa aku mampu untuk memindahkan diriku kesana ?
Sementara aku tak ingin membuat orang tuaku sedih
Aku masuk ke kampus ini karena ingin meringankan orang tuaku.
Aku bukan orang kaya..
Aku masuk sebagai anak yang dibiayai oleh Negara.
Tapi mengapa langkahku ini memberatkanku sendiri ?
Ya Allah Ya Tuhanku, dapatkah kau mengatakan pada orang tuaku tentang ini ?
Aku tak sanggup melihat kesedihan mereka karena kesulitanku belajar di fakultas ini.
Jika tidak, maukah Engkau memindahkanku ke Fakultas Bahasa dan Seni ?
Impian dan harapanku ada disana...
Engkaulah satu-satunya yang dapat mengabulkan doaku.
Engkau Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
pada awalnya membahagiakan tapi kini duka ku rasakan
aku terjebak dalam sekumpulan standar kompetensi
yang sama sekali memberatkan fikiranku
aku mahasiswa Biologi tapi ini bukan keinginanku
setahuku aku terlahir sebagai anak yang bukan tercipta sebagai saintis
aku anak yang mencintai estetika
baik visual maupun audio
aku menyukai sesuatu yang bermakna dalam
aku menyukai sesuatu yang berasal dari hati dan fikiran
bukan sesuatu yang berdasarkan pengamatan di lapangan
aku menyukai sesuatu yang memiliki kata-kata yang menyentuh perasaan
bukan sesuatu yang memiliki perhitungan dan rumus yang membentuk sebuah jawaban
aku tak marah pada Tuhan yang menakdirkanku masuk ke sini
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dari sini aku belajar cara menentukan pilihan dalam hidup
tapi aku tak sanggup terus berlalu dengan segenap faktual-faktual yang ada
membuat harapanku hilang sedikit demi sedikit karena realita kehidupan
sempat terfikir aku ingin pindah ke fakultas sebelah
Fakultas Bahasa dan Seni
Dimana harapan bisa utuh kembali
Dimana mimpi bisa ku kejar kembali
Tapi apa aku mampu ?
Apa aku mampu untuk memindahkan diriku kesana ?
Sementara aku tak ingin membuat orang tuaku sedih
Aku masuk ke kampus ini karena ingin meringankan orang tuaku.
Aku bukan orang kaya..
Aku masuk sebagai anak yang dibiayai oleh Negara.
Tapi mengapa langkahku ini memberatkanku sendiri ?
Ya Allah Ya Tuhanku, dapatkah kau mengatakan pada orang tuaku tentang ini ?
Aku tak sanggup melihat kesedihan mereka karena kesulitanku belajar di fakultas ini.
Jika tidak, maukah Engkau memindahkanku ke Fakultas Bahasa dan Seni ?
Impian dan harapanku ada disana...
Engkaulah satu-satunya yang dapat mengabulkan doaku.
Engkau Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Langganan:
Postingan (Atom)