Senin, 22 Desember 2014

Semoga Kata Hatiku Tak Salah

Aku tahu sejak awal
Memang seharusnya ku sadari itu
Walaupun tak sungguh-sungguh terbukti
Tapi aku merasakannya
Sebelum aku ada di Kampus ini
Saat aku masih di masa Putih Abu-Abu
Aku menyukai seorang lelaki saat kelas 2 hingga 3
Dia memang bukan yang pertama
Bahkan dia tidak setampan orang-orang yang pernah ku cintai
(Maaf ya)
Berawal dari ejekan teman-teman
Hingga suatu hari dia meminjam buku ke rumahku
Dia satu-satunya lelaki yang pernah ke rumahku
Aku mulai menyukainya perlahan
Hingga ternyata ia sebelumnya menyukai teman sekelasku
Aku cemburu sekali pastinya
Saat ia tahu aku cemburu, ia malah permainkan itu
Dia yang paling buatku tersenyum tapi juga paling buatku menangis
Tapi kenapa, hingga 4 bulan ini, aku masih teringat
Meskipun aku menemukan penggantinya di hatiku
Sampai setelah ini berakhir pun aku tetap teringat dia
Aku berusaha melupakan dia sampai aku melupakannya dengan sendirinya
Dia tetap bersinggah di sudut fikiranku
Bahkan hingga kini pun aku serasa masih bersamanya
Tanpa memikirkan perih yang dia lakukan padaku
Aku berharap tak sekedar mengingat tapi melihat
Dan aku pun mulai merasa, dia adalah takdirku
Seiring berjalannya waktu, tak sedikitpun aku lupa baik dirinya maupun tentangnya
Ya Allah, jika benar memang dia jodohku
Pertemukan aku dengannya suatu hari nanti di saat yang tak akan kita duga sebelumnya
Dan hubungkan kami dengan jalan-Mu dan kisah yang akan Engkau gulirkan pada kami
Semoga kata hatiku ini tak salah
Amin

Kamis, 18 Desember 2014

Semoga Aku Bisa Bebas Dari Jebakan Asmara Ini

Sakit itu pasti...
Remuk itu sangat...
Yang aku tak mengerti, mengapa tak berhenti ?
Kenapa aku tak bisa mencintai yang lain ?
Kenapa harus dia terus nama pertama yang aku ingat ?
Aku sudah membencinya dan dia juga membenciku
Seharusnya ini menjauhkanku darinya
Tapi aku malah tersiksa karna tidak ada dia.
Aku tak mungkin kembali untuk bisa berbaikan dengannya
Dia sudah dengan cintanya sendiri
Aku pun harus begitu
Tapi apa aku harus memaksa diriku untuk mencintai orang yang tidak ku cinta ?
Bukankah aku makin tersiksa ?
Aku benar-benar terjebak oleh rasaku sendiri
Memang seharusnya aku tak ada disini
Tak seharusnya aku mengenal orang seperti dia
Tak seharusnya aku terlalu dekat dengannya
Makanya aku begini
Ya Allah, bebaskan aku darinya.
Buang rasa ini dan hindari aku darinya
Jangan biarkan aku terjebak seperti ini
Hamba lemah, hanya Engkau yang bisa membebaskan hamba dari semua ini
Jangan biarkan aku melihatnya lagi
Amin

Senin, 15 Desember 2014

Semoga Aku Bisa Bertemu Teman-Teman SWAT

Rindu aku rasakan sangat dalam..
Karena kesibukan mungkin aku bisa mengalihkannya..
Tapi semakin difikir rindu itu semakin terasa..
Apalagi di saat seperti ini
Dimana aku kesepian di kota besar ini
Menjalani hidup di kost bersama Intan, Nanik dan Janur
Terkadang menyempatkan diri menemui Heny
Tapi bayanganku selalu teringat akan masa putih abu-abu
Dimana biasanya aku menghabiskan waktu bersama Heny, Septi dan Chrisma.
Terkadang pula bersama Sipur, Janur, Ratna, Tiwi, Nuci, dan lainnya di SWAT.
Masa-masa itu memang sudah berakhir
Tapi kenangannya masih membara seakan abadi
Kita semua terpisah jarak dan waktu
Bahkan kita terkadang tak sempat terfikir untuk menghabiskan waktu bersama
Tapi aku yakin kita akan bertemu dan akan menghabiskan satu hari hanya untuk mengenang itu semua
Reuni... Kapan kita reuni ?????
Itu yang dinantikan kita semua
Yang dari kota Yogya, Bandung, Jakarta, Malang, Solo, Semarang dan yang ada di istananya di Klaten
Akan berkumpul di satu tempat yang hanya kita yang tahu
Dimana tempat itu yang akan membekas di hati kita semua
Siap-siap mengucurkan banyak air mata
Siap-siap hati takkan ragu untuk mengucapkan "Aku rindu kalian."
Siap-siap raga takkan ragu untuk memeluk erat
Ya Allah, Ya Robbi, pertemukan kami dalam reuni yang kami dambakan
Pertemukan demi kenangan selama 2 tahun yang tak terlupakan
Amin

Sabtu, 13 Desember 2014

Semoga Aku Bisa Kuliah Di Fakultas Bahasa dan Seni

Aku telah mengambil langkah yang salah sejak awal
pada awalnya membahagiakan tapi kini duka ku rasakan
aku terjebak dalam sekumpulan standar kompetensi
yang sama sekali memberatkan fikiranku
aku mahasiswa Biologi tapi ini bukan keinginanku
setahuku aku terlahir sebagai anak yang bukan tercipta sebagai saintis
aku anak yang mencintai estetika
baik visual maupun audio
aku menyukai sesuatu yang bermakna dalam
aku menyukai sesuatu yang berasal dari hati dan fikiran
bukan sesuatu yang berdasarkan pengamatan di lapangan
aku menyukai sesuatu yang memiliki kata-kata yang menyentuh perasaan
bukan sesuatu yang memiliki perhitungan dan rumus yang membentuk sebuah jawaban
aku tak marah pada Tuhan yang menakdirkanku masuk ke sini
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dari sini aku belajar cara menentukan pilihan dalam hidup
tapi aku tak sanggup terus berlalu dengan segenap faktual-faktual yang ada
membuat harapanku hilang sedikit demi sedikit karena realita kehidupan
sempat terfikir aku ingin pindah ke fakultas sebelah
Fakultas Bahasa dan Seni
Dimana harapan bisa utuh kembali
Dimana mimpi bisa ku kejar kembali
Tapi apa aku mampu ?
Apa aku mampu untuk memindahkan diriku kesana ?
Sementara aku tak ingin membuat orang tuaku sedih
Aku masuk ke kampus ini karena ingin meringankan orang tuaku.
Aku bukan orang kaya..
Aku masuk sebagai anak yang dibiayai oleh Negara.
Tapi mengapa langkahku ini memberatkanku sendiri ?
Ya Allah Ya Tuhanku, dapatkah kau mengatakan pada orang tuaku tentang ini ?
Aku tak sanggup melihat kesedihan mereka karena kesulitanku belajar di fakultas ini.
Jika tidak, maukah Engkau memindahkanku ke Fakultas Bahasa dan Seni ?
Impian dan harapanku ada disana...
Engkaulah satu-satunya yang dapat mengabulkan doaku.
Engkau Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Senin, 08 Desember 2014

Semoga Dia Mau Berteman Denganku Lagi

Aku belum lama mengenal seorang lelaki
Lelaki yang baik yang selalu ceria kepada siapapun
Begitu pertamanya yang dia lakukan padaku
Dia selalu ceria ketika ku bertemu dengannya
Menyapaku dalam keadaan apapun
Pertama kali ku bertemu dengannya adalah saat Ospek beberapa bulan yang lalu
Kami tergabung dalam suatu kelompok.
Dia sangat lucu, itu adalah coment-an pertamaku untuknya
Yang tanpa ku sadari adalah aku menyukainya.
Semenjak itu aku malah sering bertemu dengannya.
Walaupun tidak menghabiskan waktu bersama
Tapi kami selalu sering terlihat bersama di mata teman-teman kami.
Hingga kami dihubung-hubungkan.
Mungkin aku senang, tapi aku tak ingin dia membenciku akhirnya.
Jadi aku sembunyikan perasaanku ini dan memprioritaskan untuk berteman saja.
Tapi perasaan itu makin besar seiring berjalannya waktu
Dia juga malah menggombaliku di hadapan teman-teman
Dia menjengkelkan tapi juga menggemaskan
Aku berkali-kali harus menahan rasa itu ketika bersamanya.
Bahkan aku harus mengingat lagi masa laluku hanya sebagai pengalih rasaku agar tak membesar
Saat Ospek berakhir pun, aku dan dia semakin terlihat dekat karena kami jarang bertemu
Aku dan Dia berbeda Jurusan, aku pun mulai sedih saat itu.
Ditambah lagi aku juga mulai kesepian tanpa teman-teman kelompok.
Aku pun berusaha mendekatkan mereka lagi
Aku berusaha luangkan waktuku untuk mereka.
Tapi semakin lama, kami memudar
Begitupun dia, dia makin jauh meninggalkan kenangan ini
Hingga suatu hari aku melihatnya bersama seorang gadis
Bahkan berkali-kali aku melihatnya di rombongan gadis-gadis
Sedihku, Cemburuku, bercampur jadi satu
Hal itu merobek hatiku begitu dalam
Aku memutuskan untuk tak bertemu dengannya
Hal itu mungkin membuatnya bingung
Suatu hari aku merindukan dia dan teman-teman
Tapi malah kita semua makin serasa tak pernah mengenal
Aku pun berusaha menyatukan mereka lagi
Aku pun mulai luluh dan ingin bertemu lagi dengan dia
Tapi tak ku sangka pada akhirnya
Dia yang tak ingin melihatku.
Mungkin dia kesal karena aku berbuat seperti ini
Aku telah membuat kesalahan padanya
Perlakuanku pasti menyakitinya
Tak hanya dia, bahkan teman-teman yang lain pun hilang entah kemana
Kami tak lagi saling mengenal
Bukan ini yang aku inginkan
Bukan ini yang aku nantikan
Mungkin aku dan dia memang sudah tak bisa bersama
Meskipun hanya sebagai teman saja
Jika dia mau tahu, aku hanya ingin berteman dengannya
Aku pun ingin minta maaf karena kelakuanku yang membuatnya kesal
Aku memohon pada-Mu Ya Robbi
Sampaikan maafku padanya, luluhkan hatinya untuk mau berteman denganku lagi
Hapuskan rasa cintaku dengannya jika itu menghalangiku untuk bisa berteman dengannya
Amin

Semoga IP-ku gak dibawah rata-rata

Kuliah.. Kuliah...
Masa yang paling memberatkan bagiku
Aku yakin semua mahasiswa punya masalah yang sama sepertiku ini yaitu IP dan IPK.
Semua mahasiswa pasti ingin meraih IP maupun IPK yang tinggi.
Begitupun aku...
Tapi setiap kali ada tujuan pasti ada ujian untuk bisa meraihnya
Bagiku ini sangat berat
Dimulai dari ngerjain laporan
Aku mahasiswa Biologi murni
Dimana kendala sesungguhnya adalah waktu
Laporan Biologi Avertebrata adalah hal yang paling menyita waktu
Dimana dalam 1 praktikum harus menganalisa hewan tak bertulang belakang yang jenisnya bermacam-macam.
Belum lagi harus mencari literatur yang mendeskripsikan tentangnya.
Tak hanya menyita waktu tapi juga menguras banyak tenaga
Sampai-sampai waktu tidurku terkorbankan gara-gara ini.
Di tambah laporan yang lain, Kimia Umum.
Aku bingung deh, Biologi pun harus mempelajari Kimia.
Yang lebih bingung lagi, kenapa harus ada Matematika????
Pelajaran yang paling tak ingin ku temui di Kampus ternyata dipertemukan lagi
Ya Sudahlah, jalani saja.
Karena kekurangan tidur ini aku mengalami kesulitan saat kuliah.
Aku sering ketiduran di kelas
Aku tak pernah memperhatikan pelajaran bahkan apa saja yang dosen perbuat ku tak tahu
Akibatnya pretest ku jelek, aku serasa orang bodoh, Biologi hanya sebagai cap saja.
Tapi semenjak Avertebrata usai, aku pun punya waktu banyak untuk memperbaiki itu semua.
Aku mulai memperhatikan pelajaran
Aku mulai serius mengerjakan laporan
Perhatianku akan kuliah pun meningkat
Walaupun demikian aku tetap takut dengan nilai IP yang dibawah rata-rata
Aku harap Allah swt mengabulkan doaku
Aku harap nilai IPku gak dibawah rata-rata.
Amin